Nia tidak terima atas ucapan menohok Asri kepadanya. Oke, dia memang malas mengerjakan pekerjaan rumah karena dia sangat mencintai dirinya sendiri dan menganggap dirinya berharga. Tapi kalau dikatai tidak bisa hamil, ini yang dia tidak terima. Nia yakin dirinya wanita yang subur. Nia yakin dia bisa hamil jika mau. "Aku akan membuktikan kalau aku tidak mandul," ucap Nia dengan wajah marah. "Aku menduga kalau yang mandul adalah Darius, bukan aku." Karena kemarahan itulah, otaknya berpikir jahat. Dia menelpon Leo, mantan kekasihnya yang sebenarnya masih mengharapkannya. "Halo, sayang? Apa gerangan yang membuatmu sampai menelponku?" kata Leo di seberang. "Aku ingin bertemu denganmu sekarang juga. Apa kamu punya waktu?" "Untukmu aku selalu ada waktu." "Bagus. Ketemu di tempat biasa." "

