Meskipun sudah menyakini kalau Paul bukan orang miskin, Darius tak langsung mengungkapkan kecurigaannya itu. Dia masih berpura-pura tidak tahu. "Kemarin Pengacara Haikal menemuiku. Katanya dia pengacara Yasmin. Betul begitu?" Obrolan mulai terjadi. Paul mengangguk. "Ya. Itu benar." Darius tersenyum simpul. "Hebat juga ya Yasmin bisa menggandeng pengacara kondang seperti pengacara Haikal. Aku baru tau kalau dia ternyata memiliki banyak money." Paul menatap lekat Darius yang sedang tersenyum simpul itu. "Apakah maksud dari pertemuan ini adalah untuk ini?" Senyum simpul di bibir Darius langsung pudar. "Soal darimana Yasmin memiliki uang untuk membayar pengacara haikal, itu bukan urusan anda." "Oke, sorry." Darius tak ingin Paul meninggalkannya meja ini dengan cepat hanya lantaran ucap

