Biarkan skenario Tuhan terus berjalan karena rencana Dia jauh lebih indah. Airmatanya terus menetes saat menatap gundukan tanah yang masih basah itu. Sebuah nama terukir indah disana membuat Abi berulang kali mengusap batu nisan itu bahkan sesekali ia menciumi benda yang bertuliskan nama istrinya, Salwa. Kata maafpun berulang kali ia ucapkan. Abi merasa gagal menjaga Salwa, bahkan di waktu terakhirnya, Abi tidak bisa menuruti keinginan Salwa untuk bertemu dengan Lidya. Bukannya tak ingin mengabulkan keinginan Salwa tapi Abi merasa cukup tau diri. Kini Lidya sudah bahagia dengan pasangannya dan tak mungkin jika Abi kembali mengusik kehidupan wanita itu lagi. Abi hanya bisa berharap, semoga dengan perginya Salwa ia juga bisa merelakan kepergian Lidya untuk menyambut cinta baru dalam hidu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


