Akhir dari pertemuan adalah perpisahan. Mungkin benar, jika bukan maut yang memisahkan maka kehadiran orang ketiga adalah akhir dari segalanya. Abi menggenggam gembok yang dulu pernah ia berikan pada Lidya. Benda kecil itu sebagai bukti bahwa ia sangat menginginkan wanita itu. Tapi entah kenapa keinginan hatinya tak sejalan dengan Kuasa Tuhan. Punggung Abi bersandar pada kursi kebesarannya. Setelah lelah bekerja seharian, ia memilih menghabiskan waktunya di dalam kantor. Pikiran bercabang antara pekerjaan dan keadaan Salwa. Jika bukan karena pekerjaan, tak mungkin ia meninggalka Salwa disana. Benda pipih yang tergeletak diatas meja itu berdering, membuat pandangan mata Abi beralih. Menarik punggungnya dari sandaran kursi lalu meraih ponselnya. Sebuah nomor Luar Negeri dan Abi langsung

