Dua puluh Delapan Fariz menghampiri Archie yang tengah berbincang dengan beberapa karyawannya di lobby. "Tuan." Archie menoleh. "Apa Anda yakin mau mengajaknya ke sana?" Archie hanya mengangguk samar. Fariz pasrah, mungkin itu lebih baik pikirnya. Hampir 10 menit mereka berada di lobby, seorang laki-laki paruh baya menghampiri. "Tuan, dia sudah di mobil," ucapnya dengan hormat. "Baiklah, terima kasih." Archie melirik Fariz dan mengajaknya untuk segera pergi dari sana. Fariz segera mengikuti langkah Archie. Mereka berdua masuk ke dalam mobil yang sama. Archie membuka pintu bagian penumpang, sedangkan Fariz membuka pintu depan. Fariz melirik ke arah jok di belakangnya sekilas. Melihat tuan mudanya yang masih diam. "I ini mau ke mana?" "Kita akan menemui klien," sahut Fariz dari a

