Dua puluh Sembilan"Loh ... ini mau ke mana?" Aishaa menatap Archie heran dan juga penasaran karena jalan yang dilewatinya bukanlah jalan menuju ke rumahnya. "Ke rumah." "Rumah? Rumah siapa?" "Rumah saya, masa rumah kamu." "Jadi ... yang di depan sana itu rumah ya?" "Iya." "Masa sebesar itu? Ini halaman atau apa? Luas sekali. Tempat parkir cang Juned saja tidak selebar ini." "Siapa Cang Juned?" "Tetangga, yang jualan mobil bekas di depan gang." Archie tidak menanggapi omongannya lagi, dia kembali fokus menatap jalan yang hanya 2 arah, untuk keluar dan masuk kediaman keluarga besarnya saja. "Uwaahh ... banyak pohon buah, apa itu boleh diambil?" "Tentu saja boleh." "Tapi itu jeruk sama mangganya udah pada matang, kok gak diambilin? Kan sayang?" "Nanti juga ada yang ngambil." "Ha

