AYANA POV "Mama kamu beneran nggak ada di rumah kan sayang?" Gue nggak langsung menjawab pertanyaan Adit yang tentu saja ditunjukan untuk gue. Gue sibuk membuka pengait helm, kemudian melepaskan benda pelindung kepala itu dari kepala gue. Barulah, detik berikutnya gue menatap Adit. Berjalan mendekat ke arah motor Adit, gue pun meletakkan helm dispion. "Iya Dit, mama nggak ada kok di rumah. Kenapa emangnya?" "Aku boleh mampir, kan? Masih kangen sama kamu nih, pengin berduaan sama kamu lebih lama lagi. Boleh, ya?" Gue mendesah pelan, kepala gue berpaling ke arah gerbang rumah gue. Nggak ada mobil om-om nyebelin itu, berarti dia belum datang ke sini. Mungkin dia masih di rumah sakit, atau bisa jadi dia masih dalam perjalanan ke rumah gue. Itupun kalau Pandu benar-benar serius sama uc

