AYANA POV Ini bencana besar, baru satu hari tinggal di rumah gue, Cantika sudah disuruh balik oleh orang tuanya. Gue nggak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Gue bisa maklumi, anggota keluarga Cantika emang banyak banget dan ngumpul di situ semua menjadi satu. Jadi, nggak heran kalau mamanya nyuruh pulang buat bantu-bantu di rumah. Dengan nada suara penuh penyesalan dan merasa enggak enak, Cantika berkata pelan. "Sori Na, gue nggak bisa tinggal di sini lagi nemenin lo. Mohon maaf banget, gue harus pulang." Dan saat sederet kalimat itu keluar dari mulut Cantika, gue hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Gue mengelus pundak Cantika pelan, "it's oke Can, gue nggak pa-pa kok. I'm fine." "Jangan bilang baik-baik aja kalau nyatanya lo masih takut." Ya emang bener kalo gue belum bisa tin

