Secepat kilat gue menutup pintu kamar, menguncinya dengan sangat rapat, kemudian gue menyandarkan punggung gue di daun pintu. Apa yang sudah terjadi barusan? Ini sungguh gila! Kenapa Pandu semakin menjadi-jadi sama gue? Kemarin dia narik tangan gue sampai gue duduk dipangkuannya, dan sekarang dengan beraninya dia berbisik dengan kata-kata yang nggak mau gue ingat-ingat lagi, kemudian yang paling gila diantara yang paling tergila, Pandu mendaratkan kecupan ringan di kening gue! Holy s**t! Ini sudah diluar batas, selanjutnya apa lagi yang bakal Pandu lakuin ke gue? Nggak, gue nggak mau memikirkan kemungkinan yang belum tentu terjadi. Anehnya lagi, gue nggak bisa langsung menghindar. Gue seolah sudah terkunci dan seperti sudah ditakdirkan bahwa gue nggak bisa menghindar. Nggak cuma

