41. API CEMBURU

2005 Kata

Memohon sudah tidak ada gunanya, Ayana benar-benar tidak mempertimbangkan apa yang aku katakan kepadanya, dia memilih pergi dengan pacarnya itu. Permintaanku kepadanya tadi agar dia tetap singgah di sini dan nggak pergi ke mana-mana, sepertinya hanya dianggap angin lalu saja oleh Ayana. Ayana masih sama seperti sebelumnya, belum membuka pintu hatinya agar bisa kumasuki. Bahkan hanya sekedar memberikan celah sedikitpun tidak. Dia sangat tertutup, seolah aku racun yang harus dia hindari. Menyadari Ayana yang lebih mementingkan pacarnya itu, ketimbang aku sendiri yang sudah menjadi tunangannya, calon suaminya kelak, membuatku sedikit frustrasi dan sebal. Apa yang salah dengan diriku? Aku hanya mencoba ingin dekat dengan calon istriku, aku bahkan sudah mulai mencintai Ayana sepenuh hatik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN