44. MASIH MARAH?

1976 Kata

Sewaktu Ayana tiba-tiba saja marah hingga menampar wajahku karena aku menunjukkan foto pacarnya yang lagi bermesraan dengan perempuan lain, aku sebenarnya terkejut. Rasa sakit memang menjalar di wajahku, bahkan ada bekas merah akibat tamparan kuat Ayana. Tapi aku nggak bisa marah, aku cuma diam sambil menatapnya. Nggak salah kalau Ayana marah. Ini memang kesalahanku, aku nggak seharusnya membangkitkan amarahnya. Tujuanku sebenarnya hanya ingin memberitahunya kalau pacarnya ada main sama perempuan lain. Tapi, justru aku yang kena getahnya juga. Dan sekarang, Ayana sepertinya masih marah kepadaku tentang persoalan itu. Hari ke lima aku dan Ayana tinggal di satu atap, justru nggak membuahkan hasil apa-apa. Bukannya semakin dekat, aku merasa kalau Ayana malah semakin menjauh, pergi, susah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN