49. MENGAKUI

1525 Kata

Mbak Tiara emang beneran tinggal di sini. Mulut gue memang berkata kalau gue ngijinin dia tinggal di sini, tapi tidak dengan hati gue. Gue merasa ragu dan sedikit takut. Ini rumit, gue sendiri juga nggak bisa jelasin kenapa gue mempunyai perasaan kayak gitu. Oke, sepertinya gue terlalu berlebihan, mbak Tiara tinggal di sini cuma sehari aja. Gue nggak perlu merasa takut, lagipula mbak Tiara adalah perempuan baik-baik. Gue harus sopan dan nggak boleh berpikiran yang enggak-enggak. Sehabis makan malam bareng, gue emang langsung pamit pergi ke kamar dan meninggalkan mbak Tiara bareng Pandu di dapur. Sepanjang makan malam itu, kebanyakan gue cuma diem dan menyahut seadanya saja jika diperlukan. Perbincangan lebih dikuasi oleh mbak Tiara dan Pandu. Dan jujur aja, gue muak dengernya. Gue seol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN