Hari kedelapan Pandu nemenin gue di rumah adalah hari dimana hubungan gue dengan Pandu berjalan paling mulus dibandingkan hari-hari sebelumnya yang sudah terlewati. Jika masa-masa terdahulu gue selalu merasa bahwa keberadaan laki-laki itu terasa menjengkelkan, entah kenapa hari ini terasa sangat berbeda. Gue sangat menikmati. Gue sudah terbiasa dengan keberadaan Pandu yang berada di sisi gue, lemparan tatapan sinis dan perkataan pedas sudah tidak gue perlihatkan lagi. Gue juga bingung kenapa gue berubah gini. Tapi, perubahan ini justru membuat gue merasa sangat senang. Entah kenapa. Tadi pagi, kita juga masak bareng, meskipun kebanyakan gue sangat merepotkan. Gue sangat minim pengetahuan tentang apapun yang berhubungan dengan dapur. Justru malah Pandu yang lebih tahu, ini kebalik. Gue

