Gue sama sekali nggak menyangka kalau akhirnya gue putus dari Adit. Gue kira, bakal sesulit yang gue bayangin, tapi ternyata enggak. Gue nggak butuh nangis buat cowok berengsek kayak dia. Wajah Adit bahkan gue pengin hilangkan saja dari otak gue. Sangat menggangu dan bikin gue kesal sendiri. Bisa-bisanya gue tahan pacaran sama dia selama ini? Apalagi dia suka minta duit ke gue, dan bahkan dia sudah selingkuh selama tujuh bulan tanpa gue sadari! Ini gilla, tapi gue lagi-lagi hanya bisa bersyukur, dan Cantika bener, ambil baiknya aja soal masalah ini. Soal utang Adit yang kalau diitung-itung bisa nyampe lima juta lebih itu, gue sudah mengikhlaskan. Biarlah, gue juga nggak mau ada urusan lagi dengan dia. Yang gue mau saat ini adalah Adit mendapatkan ganjaran yang setimpal. Ini memang keja

