“Sebenarnya kita mau kemana?” Setelah satu jam berkeliling akhirnya Kyomi membuka suara. Dia memang tidak tahu di mana alamat tujuan mereka. Tapi ini sudah lebih satu jam tidak ada tanda-tanda Bian akan menghentikan mobil. Dia sudah mengantuk dan saat di tanya pria itu hanya diam seribu bahasa, asyik dengan pikirannya sendiri. “Ke apartemenku.” Akhirnya ada jawaban dari pria itu. Tapi bukan itu jawaban yang di inginkan Kyomi. Sesaat ke rumah Kaivan selanjutnya berubah haluan lagi. “Kenapa ke sana? Bukannya katamu kita akan ke rumah sahabatmu?” “Aku berubah pikiran, Kai sedang mengadakan pesta di rumahnya. Kau akan pusing.” Tukas Bian sekenanya. “Pusing bagaimana?” Protes Kyomi dengan dahi mengernyit bingung. “Sudahlah, jangan banyak bertanya. Kau menginap di rumahku malam in

