“Aku meminjam, bukan mencuri.” Sergah Kyomi dengan melayangkan tatapan kesal. “Ini terletak begitu saja, aku hanya memungutnya. Tuduhan macam apa ini? Aku ingin pulang kalau begitu!” Kyomi melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. “Tetap di tempatmu, Kyo.” Perintah pria itu. Kyomi yang di sebut namanya tanpa embel-embel nona di depannya spontan berhenti. Bian berjalan mendekat tanpa melepaskan tatapannya dari sosok Kyomi. Sungguh matanya tidak bisa lepas dari wanita itu. Kyomi terlihat sangat cantik dan seksi dalam balutan kemejanya. Dia menyukainya. Ya, dia tahu ada yang menarik pada diri asistennya itu. Sial, sungguh dia memang terlihat seperti bidadari yang ingin aku lindungi. Bian membatin tatkala melihat Kyomi memilin ujung kemejanya sambil menundukkan kepala sementara ka

