Matanya menatap setiap lukisan Indah didalam rumah itu, bukan lukisan mahluk hidup tetapi tumbuh-tumbuhan. Terdapat juga beberapa barang antik yang terpajang Indah lemari dan ia cukup menyimpulkan jika orang-orang dirumah ini menyukai lukisan dan barang antik. "Ayo diminum. Maaf ya Nak! Cuman bisa menyajikan ini saja." ucapan serta kedatangan seseorang membuat pandangan menilainya terhenti kini matanya fokus menatap perempuan cantik dengan balutan jilbab panjang namanya Helma, Bunda dari laki-laki yang ia sukai. "Ini aja udah banyak tante." balasnya setelah menatap hidangan didepannya terdapat jus jeruk dan beberapa cemilan. Jika boleh jujur saat ini ia sangat gugup apalagi sadaritadi ada satu orang yang menilainya. Menatapnya dengan pandangan seolah penampilannya saat ini adalah sebua

