"Sebaiknya kita menunggu hasil pemeriksaan lengkap dulu ya, setelah itu baru memutuskan tindakan selanjutnya, kalau begitu saya permisi dulu!" seseorang berbicara tadi dengan jas putihnya berlalu pergi. Menyisakan ruangan perawatan itu hening tanpa ada yang bersuara sama sekali. Mata dengan balutan kacamata itu menatap pasien di depannya dengan pandangan hampa, bingung ingin bereaksi seperti apa lagi padahal ini sudah berjam-jam berlalu tetapi mata tertutup itu belum terbuka sama sekali. Helaan napasnya terdengar beberapa kali tanda jika saat ini ia benar-benar risau akan keadaan perempuan yang disukainya itu padahal menurut perkiraan dokter harusnya ia bangun jam 10 malam tetapi saat ini jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi belum ada tanda sama sekali. Masih terekam jelas dalam ingata

