"Tan?" "Hmm." "Piknik yang seharusnya dilakukan minggu ini diundur ke minggu depan. Kamu mau tetap ikut atau engga?" Titania yang tadinya fokus menatap laptop yang ada dipangkuannya kini mengalihkan pandangannya menatap Aloka. Piknik? Sepertinya ia lupa dengan kegiatan itu padahal sebelum kejadian bertemu Clara di Taman kota Aloka sudah membahas kegiatan itu. "Sepertinya saya ikut lagian luka di pelipis saya udah mendingan. Malahan saya berusaha bujuk ayah supaya besok bisa pulang soalnya udah bosen disini." Aloka menganggukkan kepalanya tanda mengerti, tangannya menyodorkan buah apel ke Titania yang langsung diterima oleh perempuan itu dan pastinya sudah Aloka kupas sebelumnya. "Kalian tadi kemana? Ninggalin saya sama Abani sampai Ayah dan Clara berpikiran macam-macam." lanjutnya l

