Bagian Dua Puluh Empat: 3600 Detik Dan Terkahir Kalinya

1708 Kata

Gemi masih setia menunggu Benua, lelaki itu tampak menikmati tidurnya. Terhitung sudah 2×24 jam, namun Benua belum sadarkan diri. "Ben, kapan lo bangun. Gue kangen sama lo." lirih Gemi menggenggam erat jemari Benua. "Ben, kan gue belum sepenuhnya kabulin 5 permintaan lo itu. Masih ada 2, kita masih biasakan buat mewujudkan permintaan lo itu." kata Gemi masih berdialog sendiri. "Ben bangun, gue kangen sama lo..." lirih Gemi. "Gue bakal selalu ada di sisi lo Ben. Lo bangun ya..." pinta Gemi, namun Benua enggan membuka matanya. *** Benua menatap sekelilingnya, ada beberapa pohon rindang dengan rumput hijau di bawahnya. Lelaki itu melihat sekumpulan keluarga harmonis, tapi mereka semua tampak sangat tidak asing di ingatannya. Lelaki dengan kumis tipis dan brewok tipis itu adalah Papanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN