Gemi membuka matanya, perempuan itu melihat langit-langit di atasnya. Gemi memegang keningnya yang terasa pusing. Knop pintu terbuka menampilkan sosok Diva yang berjalan cepat kearahnya. "Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Diva sembari berjalan kearah Gemi. Gemi menatap Diva, pandangannya masih kabur. "Mami..." panggil Gemi. "Iya sayang ini Mami," kata Diva menyakinkan. Air mata Gemi jatuh. "Mami, Gemi cuma mimpikan?" tanya Gemi memastikan, Diva diam. Air matanya ikut meluncur membasahi pipinya. "Mi, jawab Gemi...." lirih Gemi menatap Diva penuh harap. "Semua....nyata sayang. Kamu harus ikhlas...." jawab Diva membuat Gemi melebarkan matanya. Air mata Gemi jatuh begitu saja. "ENGGAK! MAMI BOHONG. BENUA GAK NINGGALIN GEMI!" teriak Gemi di depan Diva. Gemi menangis seperi anak kecil, me

