Bagian Dua Puluh Enam: Harapan

1005 Kata

"Bumi?!" kata Gemi dengan mata berkaca-kaca lelaki berhoodie itu tersenyum. Langkahnya berjalan mendekati Gemi. Ia sangat merindukan Gemi. Gemi masih terpaku, menatap sosok lelaki yang sedang berjalan kearahnya Sangat mirip dengan Benua. Wajar krena mereka kembar. Hal ini membuat Gemi merasa rindu dengan Benua. "Hiks..." isak tangis Gemi terdengar. Lelaki itu duduk, di hadapan Gemi mengusap lembut air mata yang jatuh di Pipi Gemi. Gemi semakin deras menjatuhkan air matanya. Tanpa di duga Gemi memeluk sosok di depannya. Ia benar-benar merindukan Benua. "Bum, izinin gue untuk meluk lo. Gue kangen sama Benua.... hiks!" ujar Gemi di sela isak tangisnya. Lelaki itu masih diam, ia mengusap lembut bahu Gemi. Mereka berpelukan cukup lama. Hingga Gemi tertidur dalam pelukan lelaki itu. Lel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN