Bagian Sembilan Belas : Pertama dan Kedua

1682 Kata

Gemi menatap Benua yang keluar dari kamar mandi. Benua heran mengapa Gemi menatapnya seperti itu. "Kenapa?" tanya Benua kepada Gemi. Gemi menunjukan secarik kertas yang tadi ia temukan. "Kok kamu-" "Gue nemu di bawah." potong Gemi cepat. Benua menghela nafasnya, lelaki itu berjalan kearah Gemi. Benua menatap lekat Gemi, merapihkan beberapa helai rambut gadis itu. "Gue bisa wujudkan semua kemauan lo Ben..." kata Gemi menatap Benua lekat. "Tidak usah Gem, itu hanya permintaan yang saya buat tadi. Dan itu hanya iseng-iseng..." tolak Benua. Gemi menggelengkan kepalanya. "Enggak Ben, semua permintaan yang lo tulis. Itu semua hal yang ingin lo coba sedari dulu 'kan?" tanya Gemi. "5 permintaan ini, semua cita-cita lo...."  sambung Gemi. Benua terdiam, memang benar. Apa yang di katakan Gemi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN