Benua mengerjakan matanya, lelaki itu melihat seorang perempuan yang tertidur dengan posisi duduk di sampingnya. Benua kembali mengerjakan matanya. Memastikan bahwa ini bukan mimpi belaka. Kalau pun ini mimpi Benua tidak ingin bangun lagi. Lelaki itu menarik sudut bibirnya, tangannya terangkat untuk menyentuk kepala perempuan di depannya. Dengan perlahan, Benua mengelus rambut itu. Membuat Perempuan itu sedikit terusik dari tidurnya. Gemi mengangkat kepalanya, ia melihat kearah Benua. Sembari mengucek matanya. "Benua?" lirih Gemi. Lalu memeluk lelaki itu. Benua membalas pelukan Gemi, Benua juga dapat mendengar suara isakkan tangis Gemi. "Hey kenapa?" tanya Benua lirih. "Hiks....hiks." isakkan tangis Gemi menyayat hati Benua. "Gem, jangan nangis. Kamu benci air mata..." kata Benua meng

