Gemi duduk di depan tendanya. Menatap awan hitam dengan taburan bintang di atasnya. Gemi memeluk lututnya, pikirannya melambung pada kejadian tadi. Apa yang di bilang Sarah? Ia bilang bahwa Benua adalah Bumi? Dan ia di permainkan selama ini? Apa semua itu benar? Ah, pikiran Gemi benar-benar kalut malam ini. Jika semua yang di katakan oleh Sarah benar, mereka Bumi dan Benua berhasil membuat Gemi hancur. Gemi meremas kalung pemberian Benua beberapa bulan lalu. Masih ia ingat hari itu, hari dimana Benua mengajaknya di sebuah Danau. Kenapa? Seakan Gemi merindukan Benua? Padahal selama ini Benua selalu di sisinya kan? "Gem, makan yuk. Kamu belum makan..." ajak Bumi membuat Gemi menatap kearah Bumi. Gemi mengamati lekat wajah Bumi. Apa benar lelaki di depannya ini Benua? Atau... "Gem..." pa

