Epilog

1100 Kata

"TIDAKKK....." Angkasa terbangun. Lelaki itu menatap wanita yang hampir 30 tahun hidup bersamanya. "Sayang kamu kenapa?" tanya Angkasa kepada Diva, istrinya. "Jam berapa Sa?" tanya Diva dengan mimik wajah khawatirnya. Angkasa menatap jam dinding di kamarnya. "Jam setengah sepuluh malam." jawab Angkasa. "Berapa lama aku tertidur?" tanya Diva, masih dengan nafas terengah-engah. "Kamu kan tidur waktu habis makan malam tadi. Waktu Gemi pamit pergi sama Benua." ujar Angkasa masih menatap heran istrinya itu. "Gemi, telpon Gemi!" perintah Diva, Angkasa mengerutkan keningnya bingung. "Kena-" "Udah telpon aja, atau mau kamu gak aku kasih jatah!" potong Diva, membuat Angkasa segera mengambil ponselnya. Angkasa mengotak-atik ponselnya. "Biarin Div, kamu itu menganggu mereka." kata Angkasa,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN