Bab 24. Sweet

1453 Kata

*** Kamera di ponsel Ana menunjukan wajahnya sendiri. Wajah itu sedang menampakan gigi-gigi putihnya akibat tak bisa menahan tawa. Malam ini benar-benar sesuatu. Andai Elang tak bisa menahan diri mungkin mereka telah melanggar aturan terlarang itu. "Huhhh saatnya tidur..." ucap Ana. Senyum di bibir tipisnya masih saja terukir manis kala ia merebahkan tubuhnya pada tempat tidur yang di d******i wangi tubuh Elang. Ana memejam erat, terbayang dalam benaknya kejadian beberapa saat lalu. Ketika Elang mendekatkan wajah padanya, menggodanya hingga menciptakan debaran takut tapi indah di dalam diri Ana. Model cantik itu menggeleng keras. Tidak! Pikirannya terlalu kotor. Dia harus secepatnya tidur agar segala sesuatu yang buruk dalam benaknya secepatnya menghilang. "Kira-kira Elang sudah tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN