*** Elang selesai mandi sekitar Empat Puluh Lima menit kemudian. Itu pun karena Ana telah menggedor pintu berkali-kali, sebab khawatir terjadi sesuatu pada Elang di dalam sana. Padahal, Elang sengaja melakukan itu. "Kamu kenapa sih??" tanya Ana dengan wajah cemasnya. Elang menghindari tatapan Ana yang sedang menelisik padanya. Elang mengalihkan matanya ke arah lain. "Nggak apa-apa," jawabnya penuh kebohongan. Elang mengerjap salah tingkah saat Ana menyentuh dadanya yang tanpa sehelai benang pun itu dengan santai. "An, kamu keluar dulu. Aku mau ga..ganti baju!" ucapnya terbata. Ana semakin mengerutkan dahi. "Kamu kenapa sih??" lagi, Ana bertanya. Kini telapak tangannya sudah pindah ke pipi. Astaga! Wajah Elang pasti sangat merah sekarang. Ck, Elang berdecak sebal. "Sanaaa keluar dulu

