Bab 22. Napsu Berbalut Rindu

1079 Kata

*** Sore, sekitar pukul setengah Enam yang lalu, masakan ala Elang dan di asisteni oleh Ana sudah tersaji di meja makan berbentuk bundar milik Elang itu. Jangan salah, Elang jago sekali dalam memasak makanan. Sebagai seorang lelaki yang pernah mengenyam pendidikan di luar Negeri seorang diri, Elang harus pandai menjaga kesehatannya sendiri. Salah satu caranya adalah dengan pandai memasak. "Elang ini enak banget. Bisa gendut aku kalau gini terus," kekeh Ana sambil menjilati jari jemarinya yang terkena sambal. Elang menyodorkan tisu, "Nggak apa-apa gendut yang penting aku sayang," sahutnya. Ana tersipu, ia tidak menerima tisu tersebut tetapi justru memajukan wajahnya agar Elang sendiri yang mengelapnya. "Manja!" ujar lelaki itu. Namun, tangannya masih bergerak untuk mengelap sudut bib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN