*** Berkali-kali Ana memberikan semangat untuk dirinya sendiri. Ia harus syuting meskipun moodnya sedang sangat berantakan. Masalah yang datang bertubi-tubi membuatnya harus mengalami perasaan yang tidak menyenangkan. Namun, mencintai Elang tak akan pernah dirinya sesali. Dia yang memilih semua ini. Syuting pun dilakukan dengan baik. Ana mencoba menguatkan dirinya dan mengingat lagi perjalanan karirnya yang tak mudah sebelum kehilangan segalanya. Sebagai manajer Cici juga berperan penting dalam karirnya sehingga Ana tak ingin mengecewakan wanita yang sudah dirinya anggap sebagai kakak itu. Namun, usai syuting wajah itu kembali sendu. Hal itu tak luput dari pandangan Cici. "Makan di apartemen aja ya," permintaan itu membuat Cici menghela napasnya dengan berat. "Iya, kamu mau makan ap

