Bab 17. Real, Ana.

2004 Kata

*** Elang tak pernah bosan menatap wajah Ana. Sejak tadi lelaki itu sedikit-sedikit melirik Ana yang duduk tepat di sebelahnya. "Elang nyetir sana!" ujar Ana yang mulai merasa tidak nyaman. Dirinya malu dilirik secara terus menerus oleh Elang. Lagi pula akan sangat berbahaya untuk mereka karena Elang sedang menyetir. Iya, mereka sudah keluar dari ruang ganti. Kini, keduanya juga sudah meninggalkan lokasi syuting. "Nanti nabrak," omelan Ana terdengar merdu di telinga Elang. Ana berdecak sebal karena Elang tak juga mendengarkannya. Dirinya juga sebal karena Elang menculiknya dari Cici. Padahal Ana bermaksud ingin langsung kabur setelah mengatakan maaf dan membalas lumatan singkat yang Elang berikan beberapa saat lalu. Namun, Elang lebih dulu menarik tangannya, menyelinap dari Cici dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN