"Nanti, pulang jam berapa?" Tanya Mukhlis sambil mengendarai mobilnya yang terlihat sudah mendekati tujuan Hana. Biarkan Hana akan terus mendiaminya, Hana sudah muak dengan semuanya. Jika urusan pulang mungkin Hana bisa memesan Ojek Online, tak perlu lagi ia harus berbicang dengan seniornya itu. Mobil Mukhlis mendarat dengan mulus tepat di gerbang sekolah Hana sebenarnya Hana ingin bilang untuk menurunkan nya jauh dari sekolahnya bukan di depannya karna ia tak ingin menjadi perbincangan murid jika benar benar melihat supir yang mengendarainya bukan supir biasa Hana melainkan Mukhlis. Belum lagi posisi Hana yang duduk di sebelah supir terlihat sekali jika ia bukan di antar supir pribadi. Sekali lagi ucapan Hana yang ingin ia katakan ia pendam erat erat sesuai dengan niatnya untuk tidak m

