Mukhlis kali ini melihat ke arah Hana, "Saya tidak mau membatalkan nya! Saya serius ingin menikahi mu, Hana," jawaban Mukhlis justru jawaban yang tidak diinginkan Hana. "Memang kenapa, Kak? Gue masih mau sekolah ngerasain masa masa kuliah, kenapa lo tiba tiba dateng ngancurin apa yang udah gue bangun," keluh Hana yang tiba tiba saja air matanya menetes, kesopanan nya dengan orang yang lebih tua kini mulai sudah tak terlihat yang tadinya menggunakan "aku" "kamu" sekarang berganti "lo" "gue" pengaruh emosi. "Saya gak maksa kamu untuk berhenti sekolah, Hana!" Suara Mukhlis kini kian meninggi terdengar seperti bentakan, entah mungkin karna rasa cemburunya terhadap Hana yang baru saja ber 'main' dengan laki laki lain. Hana tiba tiba menghapus air matanya dengan kasar, "Gue mau keluar kak, to

