Jaka membaca kembali laporan yang dikirimkan orangnya. Ada beberapa kejanggalan terjadi bahkan ia bolak balik membacanya. Alisnya sudah mengkerut memikirkannya. Di tambah berkas dari penyelidikan belum ia sentuh lagi. Pertama kali menyentuhnya sekilas ia melihat kejadian itu. Jaka sampai tertengun bahkan ia juga bisa melihat ada yang tidak beres saat penutupan kasus tersebut. Mengeratkan kedua telapak tangannya menahan emosi. Namun, rasa ingin segera mengetahui semuanya membuat Jaka mau tidak mau memgambil berkas yang masih tergeletak di tumpukan kertas di sana. Akhirnya ia mengambil map tersebut, tapi sebelumnya ia menguatkan dirinya agar tidak ada hal yang terjadi nantinya Pelan Jaka mengambilnya dan saat membukanya bukan tulisan yang ada di sana tapi, kilas balik kejadian. Keringat

