Semu warna jingga terlihat dari ufuk timur, suara kokokan ayam jago juga terdengar nyaring saling bersahutan dari kandang-kandang sekitar rumah tetangga. Penjual bubur ayam juga sarapan pagi sudah mulai menggelar dagangan mereka. Satu persatu pembeli mulai berdatangan dan mengantre untuk membeli. Fatma baru saja selesai menjemur bajunya dan bersiap masuk kembali ke rumah saat mendengar suara deru mesin mobil di depan rumah. Entah mengapa sejak banyak insiden ia semakin peka dengan suara-suara kecil, apa mungkin karena sering masuk shif malam membuat inderanya berkembang. “Na, kelihatannya ada yang datang” ujar Fatma setelah meletakkan ember bekas bajunya di samping kran dekat pintu kamar mandi “Iya, sepertinya. Siapa ya Fat masih pagi gini?!” ucap Nana sambil membalikkan telur di wajah

