Tiga bulan berlalu sejak kejadian di acara kantor. Nana juga sudah hampir menyelesaikan tugas akhirnya. Dengan bantuan teman-temannya ia berusaha secepatnya menyelsaikannya dan segera membayar hutangnya. Sebenarnya si Bos tidak menuntut untuk segera namun, dirinya yang memaksa untuk segera mengembalikannya. Siang ini selesai bertemu dosen pembimbingnya Nana berjalan keluar kampus dan melihat sekitar mecari sebuah mobil yang warnanya mencolok. Awalnya dulu Nana malu namun, seelah dipikir mungkin ada kalanya kita ingin berbeda dan mencolok. "Na, sini" panggil seseorang dari jauh Nana melihat Mbak Dila berdiri di ujung jalan depan fakultasnya. Kali ini ia mengenakan baju santai namun tetap terlihat segar bahkan ia seperti anak kuliahan. Nanallangsung tersenyum dan membalas lambaikan tangan

