Jaka melihat gulungan juga surat dari kakeknya kembali. Ia mengingat awalnya ia ingin mengabaikan gulungan tersebut hingga tertumpuk dengan kertas dan buku-buku yang lain. Namun, ternyata Kakeknya tau dan memberi tahunya lewat mimpi. Cucu yang payah!! Melihat suasana di luar yang mulai gelap. Langit berubah oranye sebagian dan angin berhembus sesekali. Menerbangkan dedaunan kering di bawah sana. Jaka mengingat kembali pertemuannya dengan Nana. Berbagai insiden kecil namun mendekatkan mereka Bahkan luka kena pinggiran meja itu masih ada. Namun, jika diingat kembali sepertinya ia semakin dekat dengan Nana. Yah meski harus jaga jarak. Tapi, beberapa hari ini ia bisa mendekati Nana secara normal. Di tambah kedekatan mereka yang sepertinya hanya dia laki-laki yang bisa mendekat sedekat itu

