DUAPULUH

1834 Kata

Nana duduk termenung di tempat tidurnya. Rasa kantuk setelah sampai rumah tadi tidak terasa lagi setelah ia membersihkan diri dan bersiap tidur. Sbeelmunya ia juga sudah menunaikan ibadahnya. Mengingat lagi beberapa jam lalu ia mengobrol dengan bosnya di depan rumah. Awalnya membahas mengenai masa magang Nana yang tinggal beberapa hari lagi. Juga Nana yang diajak untuk ikut kegiatan rutin kantor tiap tiga bulan sekali untuk rekreasi selama dua hari satu malam. "Na, boleh saya cerita sedikit" ucap Jaka Mereka duduk di bangku berayun yang ada di depan rumah Jaka. di temani lampu taman juga dua cangkir teh hangat juga semilir angin berhembus pelan. "Boleh Pak" "Beberapa bulan lalu saya mendaftarkan kamu untuk ikut terapi dengan Dokter Dila hasil saran dari Ifan juga Raffa yang kemarin se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN