DUAPULUH SEMBILAN-4 ‘AKU SIAP MENDENGARNYA’

1825 Kata

Suara adzan terdengar dari jauh, menandakan waktunya beribadah. Jam sudah menunjukkan pukul empat kurang lima menit. Tidak lama kumandang adzan kembali terdengar dari speaker masjid lainnya. Hawa dingin makin terasa ketika Nana menyibak sedikit selimutnya. Penyejuk udara tidak ia nyalakan sejak semalam, ia tidak tahan dengan hawa dingin membuatnya kadang merasa sesak. Menurunkan satu persatu kakinya dari tempat tidur dan terssengat hawa dingin dari lantai keramik berwarna putih. Sedikit berjinjit Nana melangkah pelan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar. Ia ingat dirinya tertidur dan kemudian diangkat kemari, kemudian karena haus Nana turun ke bawah kembali dan tidak sengaja mendengar percakapan di halaman belakang tadi. Mengingat isi percakapan itu membuatnya sesak. Nana menginga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN