“Mas Jak, ini kita ada dimana ya?” bisik Nana yang digandeng Jaka Jaka yang menatap ke depan dimana, ada seseorang laki-laki paruhbaya namun masih terlimat muda dan bugar menatap mereka. Lebih tepatnya menatap gadis di sebelah Jaka yang menempelnya tidak hanya tautan tangan mereka tapi juga Nana yang terlihat waspada sehingga berlindung sedikit di belakang tubuh tinggi Jaka. “Hem?” Terdengar decakan pelan dari Nana dan disambut kekehan dari Jaka. “Gak usah manyun, nanti kamu juga tahu Na” ucap Jaka yang mengeratkan tangannya pada tangan kecil Nana Sedangkan itu, Jack yang melihat interaksi kecil dari dua orang di depan sana yang berjalan mendekatinya sangat intim. Jack diam-diam tersenyum tipis. Hal itu tidak luput dari mata asistennya yang melihat dari samping. Tuannya bersikap beda t

