DUAPULUH SEMBILAN-2 'KENYATAAN'

1639 Kata

“Semua sudah berkumpul?” “Sudah Tuan, tadi mereka sempat berseteru” “Biarkan saja, ayo kita ke sana” Jack dan asistennya segera keluar dari ruangannya di lantai lima. Gedung yang dulunya merupakan asset dari kelaurga Sudibjo yang dijual oleh orang yang mengaku sebagai pewarisnya. Untungnya Jack bergerak cepat dan segera membeli perusahaan yang hampir bangkrut ini. Menghidupkannya kembali dengan susah payah. Beberapa anak perusahaan Sudibjo lainnya juga sudah berhasil ia amankan tanpa si ‘orang yang mengaku pewaris’ itu tahu siapa yang mengakuisis peruasahaan-perusahaan itu Biarkan saja, dia tidak peduli. Pikiran Jack malah ingin semakin memperlihatkan taringnya pada orang yang tidak tahu budi itu. untungnya, dia tidak tahu siapa sebenarnya dirinya. Dan putri angkatnya bisa ia segera te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN