DUAPULUH TUJUH TITIK TERANG-1

2030 Kata

“Gimana Di? Nana udah tenang?” tanya Jaka begitu melihat Dila yang baru kelaur dari kamar tempat Nana tinggal selama di rumah Dila “Sabar Jak” ucap Ifan yang melihat sepupunya khawatir selalu jika menyangkut Nana “Udah tenang, gak ngomong apa-apa juga. Nana cuman diem dan tidur” jawab Dila yang sekarang mereka duduk di pantry dekat dapur “Dia mencoba menerima Jak, tenang aja. langkah elu udah bagus” ucap Dila lagi “Tenang Jak” tambah Ifan “Gue ngerasa hampir gila lihat Nana murung gitu, asli gak tega” akui Jaka dengan suara pelan dan terdengar frustasi Dila dan Ifan saling pandang, kemudian tersenyum kecil “Udah besok aja dibahas lagi, sana tidur” ujar Dila mengusir Jaka “Kamu juga sana Fan, udah malem. Adek lu aja udah ngorok dari tadi” ucap Dila yang tadi sempat mendengar dengkur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN