DUAPULUH ENAM-B KITA

1955 Kata

Nana menoleh pada Dila yang tengah mengirimkan pesan pada seseorang. Melihat keluar jendela ia melihat jalanan menuju sebuah supermarket di depan sebuah jalan utama. “Tenang Na, mereka semua pegawainya Jaka” ucap Dila yang menoleh pada Nana dan melihat raut aneh dan kurang nyaman Nana mengangguk kecil dan tersenyum tipis “Tarik napas dan tenang” ujar Dila mencoba mensugesti Nana yang masih terlihat kurang baik “Lama tidak ketemu Mbak Nana, saya Zaki masih ingat kan?!” ucap Zaki yang duduk di kursi penumpang depan Nana menganggukkan kepalanya “Untunglah, Mbak Nana apa kabar?” “Baik, Pak Zaki bagimana?” tanya Nana balik “Baik Mbak, denger-denger mau wisuda ya Mbak?” tanya Zaki lagi yang sesekali menoleh “Benar Pak, doakan saja” ujar Nana lagi Dila tersenyum kecil, ternyata sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN