Riak-Riak

723 Kata

Riak-Riak Mata Nawang berkaca-kaca melihat keadaan suaminya. Banyak gigitan pada tangan kirinya. Meski cukup parah tapi tidak sampai meremukkan tulang. “Hai,” sapa Nawang. “Hai,” jawab Bagas lemah. Bagas refleks mengusap pipi Nawang. “Aku pikir aku bakalan jadi janda.” “Gak akan kubiarkan, benihku saja belum ada yang tertanam di rahimmu.” “Dasar mesum.” “Hehehe. Aw.” “Sakit?” terlihat Nawang sangat khawatir. “Hem ....” Bagas memilih menggenggam jemari Nawang daripada menjawab pertanyaan Nawang. Nawang menemani Bagas hingga dia tertidur. “Mas Bagas terlihat sayang banget sama Mbak Nawang.” Bowo yang dari tadi diam bersuara. “Kamu juga bisa kaya Bagas kok Wo. Tapi cari istri dulu.” Bowo menggelengkan kepalanya. “Gak akan ada wanita yang mau sama Bowo, Mbak.” “Kata siapa? Buka do

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN