Kecemburuan Seruni

905 Kata

Kecemburuan Seruni Bagas dan Nawang tengah menikmati mie ayam yang cukup terkenal di daerah Kalibening. Walaupun cuma lesehan dan di pinggir jalan tapi rupanya pengunjungnya banyak. “Suka?” “Iya.” “Mas.” “Hem.” “Boleh minta lagi?” “Hah? Kamu masih lapar?” Nawang hanya mengangguk. “Hahaha. Tumben biasanya jaim mau makan banyak.” “Ish. Mas Bagas. Orang Nawang masih lapar juga.” Nawang cemberut dan mengerucutkan bibirnya. “Gak usah manyun gitu. Tambah cantik tahu. Iya ini aku pesenin lagi.” Nawang tersenyum senang. Matanya tampak berbinar ketika satu porsi mie ayam datang lagi. Nawang langsung melahapnya. Bagas tersenyum melihat tingkah sang istri. Puas menyantap mie ayam, mereka jalan-jalan di alun-alun kecamatan. Walaupun tak sebesar dan seramai di Pontianak tapi cukup menyenan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN