Ibu VS Anak “Kami sudah menangkap teman tersangka, Pak.” “Baik dimana dia?” “Mari saya antar.” Genta mengikuti salah satu rekan seprofesinya dan menemui rekan Santoso. “Kamu Dianto, ‘kan?” “Iya benar.” “Kamu tahu siapa yang menyuruh Santoso untuk mencelakai saudara Bagas?” “Tidak. Orang itu hanya menelepon kemudian mengantarkan uangnya di tempat yang sudah dia tentukan.” “Benarkah?” “Dia laki-laki atau perempuan.” “Yang menelepon suara perempuan.” “Hem ... dari suaranya kira-kira usiannya masih muda atau sudah tua?” “Suaranya melengking.” “Melengking. Baiklah.” Genta berpikir suara melengking dalam keluarga Bagas hanya dimiliki oleh ... ya Ampun. Mungkinkah? *** “Kamu kenapa, Wo?” “Gak papa, Bu. Bowo cuma kecapean.” “Sakit kamu?” “Gak.” “Makanya kamu nikah. Kalau nikah

