“Kopi, Dok?” Tawaran itu membuat kepala Zhan Jin berputar perlahan. Wajahnya datar dan ia hanya menggeleng beberapa kali. Chloe sudah terbiasa karena sudah menjadi asistennya dalam waktu yang lumayan lama. Jadi dia hanya mengambil sebuah kursi dan duduk di dekat dokter itu. Zhan Jin sedang duduk sendirian di sebuah kursi beroda dengan memeluk lutut. Matanya fokus menatap banyakfoto di papan tempel. “Kasus ini terlalu rumit, bukan, Dokter?” Dia memulai basa basi dan mendengar dokter itu menghela napas. Dalam hati menyadari alasan dokter itu menjadi tampak putus asa. “Benar, terlalu rumit. Bahkan teman-teman tim kita kesulitan mencari petunjuk. Mereka adalah orang-orang hebat, tapi mereka kesulitan.” Suara dokter itu terdengar tanpa tenaga. Dia terlihat pesimis. Tidak ada yang dapat dila

