Hampir seluruh rekan di kantor terkantuk-kantuk karena kegiatan malam sebelum ini. Perjudian mereka menghasilkan kekalahan, tidak mendapatkan apapuun. Bunyi yang kemarin menyebabkan kehebohan dalam hati itu ternyata adalah bunyi yang disebabkan oleh anjing liar. Membuat mereka kesal tapi juga menahan napas karena tidak ingin menggagalkan misi karena harus diberikan vaksin rabies. “Pasien Liu Xikuan, apa kabar?” Liu Xikuan yang tengah bersantai di ruang kerja Luo Xi hanya mengangkat kepala. Kursi malas di sana terasa terlalu nyaman untuk ditinggalkan bahkan hanya untuk menyambut Zhan Jin yang melangkah masuk dengan sebuah bingkisan buah-buahan di tangannya. Senyumnya lebar, selebar dokter yang dulu merawatnya di kamar VIP. Sapaannya juga terdengar sama cerianya. Laki-laki tinggi itu akhir

