Pintu ruang interogasi terbuka dengan bunyi derit yang sangat jelas. Seseorang dengan badan kekar dan berkulit kusam duduk di sebuah kursi yang menghadap dua kursi kosong di depannya. Wajahnya tampak berisi dengan kekhawatiran saat melihat dua orang yang masuk dengan ekspresi yang dingin. “Jadi, sudah mengerti kenapa kamu dibawa ke sini?” Liu Xikuan mulai bertanya seraya meletakkan b****g di kursi di depannya. Buku catatannya diletakkan dengan keras di dekat gagang aluminium tempat borgol dikaitkan. Menimbulkan bunyi bedebum yang tidak terlalu keras. David di sebelahnya, hanya melirik sebentar sambil duduk dengan tenang. Tangannya membuka lembar demi lembar, tidak peduli dengan Pirate yang terlihat mulai berkeringat dingin. Laki-laki itu memang pantas merasa ketakutan karena ulahnya send

