Vina menghela napas lega saat mengetahui bahwa yang datang adalah Anggi, gadis cantik dengan kulit sawo matang itu tampak sendirian saat menghampiri meja mereka berdua. Ia sedikit melirik pada Angga yang juga tampak merasa lega dengan kemunculan Anggi alih-alih orang lain. "Sama siapa, Nggi?" Vina bertanya sambil memandang ke belakang punggung Anggi, sekadar ingin melihat apakah gadis cantik itu datang bersama kakaknya atau tidak. Namun ia tidak menemukan siapa pun di sana selain pelayan cafe yang sedang melayani pelanggan yang baru datang di meja yang berdekatan dengan mereka. Anggi tersenyum, tanpa disuruh lebih dulu ia menarik kursi yang masih kosong di samping Vina dan duduk di sana. Tampak tidak ada sedikit pun kecurigaan di raut wajahnya saat melihat Vina dan Angga hanya berdua saj

